Erros, Chrisye, Yockie – “Tembang Persada Sang Tritunggal”

Synopsis

Nama dan karya-karya besar Erros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryo Prayogo sudah dikenal baik oleh masyarakat. Selama ini mungkin kebanyakan generasi muda lebih mengenal Erros, Chrisye dan Yockie sebagai legenda musik Indonesia secara individual. Banyak konser telah diselenggarakan dengan mengedepankan nama-nama mereka namun semuanya menempatkan ketiga tokoh tersebut secara individual, tidak menggambarkan chemistry dan kolaborasi ketiga tokoh besar tersebut secara bersamaan sebagai “Erros, Chrisye, Yockie” (“ECY”).

Berdasar pada keinginan mengomunikasikan sebagian dari sejarah musik pop Indonesia kepada millennials, Betiga Satu Rasa, bermaksud mengadakan serangkaian kegiatan yang mengedepankan “Erros, Chrisye, Yockie” (“ECY”).

Mengomunikasikan ECY ke millennials

Kegiatan ECY ini bertujuan mengedepankan, mengomunikasikan peran ECY secara kolaboratif kepada generasi muda penggemar musik Indonesia akan pengabdian dan karya cipta ECY dalam sejarah musik pop di Indonesia.

Erros, Chrisye, Yockie – Tembang Persada Sang Tritunggal

Dalam rangka mendukung komunikasi ECY dan perannya dalam musik Indonesia, Betiga juga akan memproduksi konser “Erros, Chrisye, Yockie – Tembang Persada Sang  Tritunggal” di dua kota Indonesia. Melalui konser ini Betiga juga ingin mengomunikasikan sosok ECY dan album-album bersejarah dimana mereka bertiga berperan penting, yakni “Badai Pasti Berlalu” dan album trilogi ECY “Resesi”, “Metropolitan” dan “Nona”.

Konser nantinya akan merupakan sebuah konser berbasis band sebagaimana kekuatan  seorang Yockie, dan akan menampilkan karya-karya penting dari ECY melalui 4 album penting (“Badai..”, “Resesi”, “Metropolitan” dan “Nona”), ditambah beberapa lagu penting  dari Chrisye (terutama dari album”Puspa Indah..”, dan Yockie (terutama dari album Musik Saya..”).

Konser “Erros, Chrisye, Yockie Tembang Persada Sang Tritunggal” ini akan bekerja sama dengan musisi Krisna Prameswara sebagai Music Director dan menampilkan beberapa penyanyi  Indonesia dari beragam generasi. Mulai dari Dian Pramana Putra, Marcell Siahaan hingga Sheryl Sheinafia sudah dipastikan akan tampil dalam konser di Jakarta dan Surabaya ini.

Dikemas sebagai band-based concert yang didukung dengan visual yang khusus disiapkan untuk mengomunikasikan kiprah ECY, musik yang ditampilkan akan dirancang  bervariasi dengan segmentasi yang terencana sebagai dinamika pertunjukan.

Musik Pop Indonesia

  • Dalam konteks musik pop Indonesia, banyak musisi dan tokoh penting yang bisa disebut sebagai pembentuk dan pembuat sejarah: Koes Plus, Titiek Puspa, Mus Mualim, Bing Slamet, Lili Soerjani,  dsb.
  • Selain nama-nama tersebut, diparuh kedua tahun 1970 muncul Guruh Soekarno Putra, Erros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryo Prayogo, Keenan Nasution,  Fariz RM, dsb.
  • Generasi tersebut kemudian melahirkan beberapa album musik legendaris seperti “Guruh Gipsy” (Guruh Soekarnoputra), “Badai Pasti Berlalu” (Erros Djarot), “Di  Batas Angan-Angan” (Keenan), “Sabda  Alam” (Chrisye).

Erros Djarot

Komposer, Musisi dan Sutradara Film

SINEMATOGRAFI

  • Film Kawin Lari
  • Film Badai Pasti Berlalu
  • Film Usia 18
  • Film Ponirah Terpidana
  • Film Secangkir Kopi Pahit

DISKOGRAFI

  • Badai Pasti Berlalu
  • Resesi
  • Metropolitan
  • Nona

Chrisye

Penyanyi, Komposer, Musisi

DISKOGRAFI

  • Sabda Alam
  • Puspa Indah Taman Hati
  • Resesi
  • Metropolitan
  • Nona
  • Sendiri
  • Aku Cinta Dia
  • Hip Hip Hura
  • Nona Lisa
  • Pergilah kasih
  • Kala Cinta Menggoda
  • Badai Pasti Berlalu
  • Dekade
  • Senyawa

Yockie Suryo Prayogo

Komposer, Musisi, Penyanyi

DISKOGRAFI

  • Kantata Takwa
  • Setiawan Djodi
  • God Bless
  • Chrisye
  • Mel Shandy
  • Ita Purnama Sari
  • Ikang Fawzy
  • Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors
  • Iwan Fals
  • Nicky Astria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *